Setibanya di Yerusalem, Paulus bertemu dengan Yakobus dan para pemimpin jemaat serta menceritakan bagaimana Tuhan bekerja melalui pelayanannya di antara bangsa-bangsa lain.
Meskipun mereka bersukacita mendengar kabar itu, beredar tuduhan yang tidak benar bahwa Paulus mengajarkan orang-orang Yahudi untuk meninggalkan hukum Musa dan adat istiadat mereka.
Untuk menghindari kesalahpahaman dan menjaga persatuan jemaat, Paulus bersedia mengikuti upacara pentahiran yang disarankan para penatua.
Meskipun sudah melakukan seperti yang disarankan, ketika Paulus berada di Bait Allah, beberapa orang Yahudi dari Asia mulai menghasut orang banyak. Mereka menuduh Paulus mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan hukum Taurat dan bahkan menuduhnya membawa orang bukan Yahudi ke dalam Bait Allah.
“… ‘Hai orang-orang Israel, tolong! Inilah orang yang di mana-mana mengajar semua orang untuk menentang bangsa kita dan menentang hukum Taurat dan tempat ini! ….’”
Kisah Para Rasul 21:28
Padahal tuduhan tersebut tidak benar. Tetapi dalam waktu singkat seluruh kota menjadi gempar. Paulus ditangkap, diseret keluar dari Bait Allah, dan hampir dibunuh oleh massa yang marah. Ia tetap disalahpahami, difitnah, dan diperlakukan dengan tidak adil.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa melakukan yang benar tidak selalu membuat kita terhindar dari kritik atau tuduhan yang salah.
Bahkan Yesus sendiri sering disalahpahami, ditolak, dan difitnah oleh orang-orang yang tidak memahami misi-Nya.
Demikian juga dalam kehidupan kita. Terkadang niat baik disalahartikan. Perkataan diputarbalikkan. Tindakan yang dilakukan dengan tulus justru mendapat penolakan atau kritik.
Pada saat seperti itu, kita perlu mengingat bahwa yang terpenting bukanlah bagaimana manusia menilai kita, melainkan bagaimana Tuhan memandang kita.
Kiranya Tuhan menolong kita untuk tetap setia melakukan yang benar, bahkan ketika disalahpahami oleh orang lain.
Sebab pada akhirnya, penilaian manusia bersifat sementara, tetapi penilaian Tuhan adalah yang kekal.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin