Ketika Paulus melanjutkan perjalanannya menuju Yerusalem, ia mengetahui bahwa penderitaan sedang menantinya.

Di setiap kota yang ia kunjungi, Roh Kudus mengingatkan bahwa penjara dan kesukaran ada di depan. Bahkan di Tirus, murid-murid berulang kali memohon agar Paulus tidak melanjutkan perjalanan ke Yerusalem.

Kemudian di Kaisarea, seorang nabi bernama Agabus mengambil ikat pinggang Paulus dan menubuatkan apa yang akan terjadi.

Mendengar hal itu, orang-orang yang mengasihi Paulus menangis dan memohon agar ia tidak pergi.

Paulus tidak mencari penderitaan. Ia juga tidak meremehkan bahaya yang ada di depannya. Namun ia telah memutuskan bahwa melakukan kehendak Tuhan lebih penting daripada mencari jalan yang paling aman atau paling nyaman.

Iman tidak selalu membawa kita ke jalan yang mudah. Terkadang iman justru menuntun kita untuk tetap melangkah ketika kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi di depan.

Dan pada akhirnya, murid-murid yang bersama Paulus berkata:

Inilah sikap yang perlu kita miliki setiap hari. Tidak selalu memahami seluruh rencana Tuhan, tetapi tetap percaya bahwa kehendak-Nya adalah yang terbaik.

Jalan Tuhan tidak selalu yang termudah, tetapi selalu yang terbaik.

Kiranya dalam setiap keputusan hidup, kita belajar berkata dengan iman: “Jadilah kehendak Tuhan.”

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: