Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai menolak dan menentangnya dengan keras. Namun di tengah situasi itu, Tuhan memberikan penguatan kepada Paulus melalui penglihatan pada malam hari.
Alkitab mencatat:
“… ‘Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!’”
Kisah Para Rasul 18:9
Tuhan tahu apa yang sedang dirasakan Paulus.
Sebagai manusia, Paulus juga bisa merasa lelah, takut, atau kecewa menghadapi penolakan yang terus-menerus. Tetapi Tuhan tidak membiarkannya berjalan sendiri.
Tuhan menguatkan dan mengingatkannya untuk tetap setia memberitakan kebenaran.
Lalu Tuhan berkata:
“Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.”
Kisah Para Rasul 18:10
Karena janji penyertaan Tuhan itu, Paulus tetap tinggal di Korintus dan terus mengajarkan firman Tuhan di sana.
Dari sini kita belajar bahwa kadang kita juga bisa merasa takut untuk hidup benar atau menyatakan kebenaran karena:
Takut ditolak.
Takut tidak disukai.
Takut dikritik atau dianggap berbeda.
Namun melalui kisah ini, Tuhan mengingatkan bahwa kita tidak perlu takut ketika berjalan bersama-Nya. Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang setia kepada-Nya.
Mungkin tidak semua orang akan menerima kebenaran, tetapi firman Tuhan tetap harus diberitakan. Dan ketika Tuhan menyuruh kita tetap berbicara, jangan biarkan ketakutan membuat kita diam.
Marilah kita meminta keberanian dan kekuatan dari Tuhan untuk tetap hidup dalam kebenaran.
Kiranya di tengah dunia yang semakin jauh dari Tuhan, kita tetap setia menjadi saksi-Nya dengan kasih, keberanian, dan kesetiaan.
Selamat pagi, selamat Sabat, dan Tuhan memberkati kita semua. Amin