Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.
Mereka membawa Paulus menghadap Galio, gubernur Akhaya, dan menuduhnya mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan hukum mereka.
Secara manusia, keadaan ini tentu menegangkan. Paulus bisa saja dihukum atau diperlakukan dengan tidak adil. Namun sebelum Paulus sempat membela diri, Galio justru menolak tuduhan itu.
Alkitab mencatat:
“… jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu.”
Kisah Para Rasul 18:14
“Agama Yahudi berada di bawah perlindungan kekuasaan Romawi, dan para penuduh Paulus berpikir bahwa jika mereka dapat menuduhnya melanggar hukum agama mereka, ia mungkin akan diserahkan kepada mereka untuk diadili dan dijatuhi hukuman. Mereka berharap dengan cara ini dapat menjebaknya hingga mati. Tetapi Galio adalah orang yang berintegritas, dan ia menolak untuk menjadi korban tipu daya orang-orang Yahudi yang iri dan penuh intrik. Muak dengan kefanatikan dan kesombongan mereka, ia mengabaikan tuduhan itu.”
The Acts of the Apostles 253.1
Galio mengabaikan tuduhan itu dan ia tidak mau ikut campur.
Melalui peristiwa ini, Tuhan menunjukkan bahwa Ia tetap memegang kendali atas pekerjaan-Nya. Orang-orang Yahudi memiliki rencana untuk menjatuhkan Paulus, tetapi Tuhan menggagalkan usaha mereka melalui keputusan Galio.
Hari ini kita belajar bahwa kadang ketika kita berusaha hidup benar atau melakukan kehendak Tuhan, kita juga bisa mengalami kesalahpahaman, kritik, atau perlakuan yang tidak adil.
Tidak semua orang akan senang ketika kita berdiri di pihak kebenaran. Tetapi kisah Paulus mengingatkan kita untuk tidak takut atau putus asa. Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang setia kepada-Nya.
Marilah kita belajar percaya kepada penyertaan Tuhan dalam setiap keadaan. Ketika menghadapi tekanan atau ketidakadilan, jangan cepat putus asa.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin