Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri, Akwila dan Priskila, yang memiliki pekerjaan yang sama dengannya, yaitu membuat tenda.
Alkitab mencatat:
“Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama ….”
Kisah Para Rasul 18:3
“Saat bekerja dengan Akwila, ia tetap berhubungan dengan Guru Agung, tidak melewatkan kesempatan untuk bersaksi bagi Juruselamat, dan membantu mereka yang membutuhkan pertolongan. Pikirannya selalu mencari pengetahuan rohani. Ia memberikan pengajaran rohani kepada rekan-rekan kerjanya, dan ia juga memberikan teladan kerja keras dan ketelitian. Ia adalah pekerja yang cepat dan terampil, rajin dalam bisnis, ‘bersemangat dalam roh, melayani Tuhan.’ Roma 12:11.”
The Acts of the Apostles 351.3
Di tengah pekerjaan itulah Paulus tetap menjadi saksi bagi Tuhan.
“Ia [Paulus] mengajarkan bahwa bahkan dalam pekerjaan sehari-hari, Tuhan harus dihormati.”
The Acts of the Apostles 351.3
Kisah ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya memakai orang-orang yang berdiri di mimbar atau melakukan pekerjaan besar yang terlihat manusia.
Tuhan juga memakai kehidupan sederhana, pekerjaan sehari-hari, kesetiaan, dan hubungan yang dibangun dalam kehidupan biasa.
Kadang kita berpikir bahwa melayani Tuhan hanya bisa dilakukan melalui hal-hal besar.
Padahal Tuhan dapat memakai kita di mana pun kita berada: di tempat kerja, di rumah, di sekolah, dalam usaha, maupun melalui kehidupan sehari-hari.
Cara kita bekerja, berbicara, bersikap, dan memperlakukan orang lain dapat menjadi kesaksian tentang Tuhan.
Kiranya melalui pekerjaan, perkataan, dan sikap hidup kita, orang lain dapat melihat kasih dan kebenaran Tuhan.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin