Kisah Para Rasul pasal 13 menjadi titik penting dalam perjalanan pekabaran Injil. Di pasal inilah perjalanan misi Paulus dimulai.
Di tengah jemaat Antiokhia, ada orang-orang yang melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Alkitab mencatat bahwa ketika mereka melayani dan berpuasa, Roh Kudus berkata:
“Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.”
Kisah Para Rasul 13:2
Setelah mendengar perintah Tuhan, jemaat tidak menunda.
“Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.”
Kisah Para Rasul 13:3
“Sebelum diutus sebagai misionaris ke dunia yang belum mengenal Tuhan, para rasul ini secara khusyuk diserahkan kepada Allah melalui puasa, doa, dan penumpangan tangan. Dengan demikian, mereka diberi wewenang oleh gereja, tidak hanya untuk mengajarkan kebenaran, tetapi juga untuk melaksanakan upacara baptisan dan mengorganisasi gereja-gereja, serta dianugerahi wewenang gerejawi yang penuh.”
The Acts of the Apostles 160.2
Hari ini kita belajar bahwa pekerjaan Tuhan tidak dapat dijalankan dengan kekuatan manusia saja. Dibutuhkan doa, penyerahan diri, dan kepekaan terhadap pimpinan Roh Kudus. Ketika Tuhan memanggil, Ia juga akan mempersiapkan dan menyertai.
Kiranya kita memiliki hati seperti jemaat Antiokhia—hati yang siap mendengar, taat, dan mendukung pekerjaan Tuhan dengan setia.
Allah memanggil manusia untuk bekerja bersama-Nya, dan Ia menjadikan gereja sebagai alat-Nya untuk membawa terang kepada dunia.
Marilah kita juga setia melayani sesuai panggilan yang Tuhan percayakan, sebab Tuhan tidak mencari orang yang paling hebat, tetapi orang yang mau dipakai-Nya.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin