Pasal ini berbicara tentang korban keselamatan.
“Jikalau persembahannya merupakan korban keselamatan, maka jikalau yang dipersembahkannya itu dari lembu, seekor jantan atau seekor betina, haruslah ia membawa yang tidak bercela ke hadapan TUHAN.”
Imamat 3:1
“Petunjuk khusus diberikan kepada Israel kuno bahwa tidak boleh ada hewan yang cacat atau sakit yang dipersembahkan sebagai persembahan kepada Allah. Hanya yang paling sempurna yang dipilih untuk tujuan ini. Tuhan, melalui nabi Maleakhi, sangat menolak umat-Nya karena menyimpang dari petunjuk ini.”
The Sanctified Life 27.1
“Meskipun ditujukan kepada Israel kuno, kata-kata ini mengandung pelajaran bagi umat Allah dewasa ini. Ketika rasul mengimbau saudara-saudaranya untuk mempersembahkan tubuh mereka sebagai ‘persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah,’ ia mengemukakan asas-asas pengudusan sejati. Itu bukan sekadar teori, emosi, atau bentuk kata-kata, tetapi asas yang hidup dan aktif, yang masuk ke dalam kehidupan sehari-hari. Itu menuntut agar kebiasaan kita dalam makan, minum, dan berpakaian sedemikian rupa untuk menjamin pemeliharaan kesehatan fisik, mental, dan moral, sehingga kita dapat mempersembahkan tubuh kita kepada Tuhan, bukan sebagai persembahan yang dirusak oleh kebiasaan-kebiasaan yang salah, tetapi sebagai ‘persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah.’”
The Sanctified Life 27.3
Oleh karena itu, mari kita perhatikan kebiasaan kita dalam hal makan, minum, dan berpakaian. Apakah semuanya itu sudah sesuai dengan kehendak Tuhan? Jawablah dalam hati kita masing-masing.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin