Pasal ini berbicara tentang nazar seseorang kepada Tuhan atau janji yang diucapkan dengan mulut dan diikat di hadapan Allah. Tuhan menaruh perhatian besar pada perkataan manusia, karena kata-kata mencerminkan hati dan komitmen kita.
“Apabila seorang laki-laki bernazar atau bersumpah kepada TUHAN, sehingga ia mengikat dirinya kepada suatu janji, maka janganlah ia melanggar perkataannya itu; haruslah ia berbuat tepat seperti yang diucapkannya.”
Bilangan 30:2
Dari sini kita diingatkan tiga hal.
Pertama, Tuhan mendengar setiap perkataan kita. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat berkata-kata.
Kedua, janji kepada Tuhan bukan untuk main-main, tetapi untuk ditepati. Oleh karena itu, pastikan baik-baik apa yang akan kita janjikan kepada Tuhan sebelum membuat janji itu.
Ketiga, lebih baik tidak bernazar daripada bernazar tetapi tidak menepati.
“Apabila engkau bernazar kepada TUHAN, Allahmu, janganlah engkau menunda-nunda memenuhinya, sebab tentulah TUHAN, Allahmu, akan menuntutnya dari padamu, sehingga hal itu menjadi dosa bagimu.”
Ulangan 23:21
Kiranya renungan hari ini boleh mengingatkan kita semua untuk berhati-hati dengan perkataan atau janji kita kepada Tuhan dan jangan lupa untuk menepatinya jika kita sudah bernazar pada Tuhan.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin