Pasal ini mencatat rincian korban-korban pada hari-hari raya besar Israel, yaitu Hari Raya Sangkakala (ayat 1-6), Hari Pendamaian (ayat 7-11), dan Hari Raya Pondok Daun (ayat 12-38).
“Pada hari yang kesepuluh bulan yang ketujuh itu haruslah kamu mengadakan pertemuan yang kudus dan merendahkan dirimu dengan berpuasa, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan.”
Bilangan 29:7
Pada hari Pendamaian, umat harus datang dengan rendah hati, mengakui dosa, dan menerima pendamaian.
“Yesus adalah Pembela kita, Imam Besar kita, Pengantara kita. Kedudukan kita seperti kedudukan bangsa Israel pada Hari Pendamaian. Ketika imam besar memasuki Tempat Mahakudus, yang melambangkan tempat di mana Imam Besar kita sekarang memohon, dan memercikkan darah pendamaian di atas takhta belas kasihan, tidak ada kurban pendamaian yang dipersembahkan di luar tempat itu. Sementara imam itu memohon kepada Allah, setiap hati harus tertunduk dalam penyesalan, memohon pengampunan atas pelanggaran.”
Lift Him Up 319.2
Jadi, saat ini kita juga harus seperti bangsa Israel saat hari Pendamaian, yaitu kita harus sungguh-sungguh menyesal dan bertobat akan dosa kita, memohon pengampunan atas pelanggaran dan dosa kita.
Kiranya kita semua setiap hari bisa merenungkan kehidupan kita dan mengakui dosa-dosa kita dengan penyesalan yang mendalam serta bertobat dan memohon pengampunan kepada Tuhan atas pelanggaran dan dosa kita.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin