“Itulah orang-orang yang dicatat oleh Musa dan imam Eleazar, ketika keduanya mencatat orang-orang Israel di dataran Moab di tepi sungai Yordan dekat Yerikho.”
Bilangan 26:63
Pasal ini mencatat sensus kedua bangsa Israel setelah satu generasi itu mati di padang gurun atas pemberontakan mereka terhadap Allah. Sekarang mereka diatur untuk memasuki Tanah Perjanjian. Namun sensus itu bukan sekadar data statistik administratif, tetapi itu menjadi peringatan rohani bagi kita. Apa peringatannya? Mari kita baca renungan hari ini.
“Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.”
1 Korintus 10:11
Jadi, perjalanan bangsa Israel sering dikaitkan dengan gambaran umat Tuhan di zaman akhir, yaitu umat yang sedang berjalan menuju “Kanaan surgawi” (surga kekal), tetapi tidak semua akan masuk karena ketidaktaatan hati sekalipun secara lahir mereka tampak taat.
“Banyak orang yang, seperti Israel kuno, mengaku menaati perintah-perintah Allah, namun hatinya tidak percaya, sementara secara lahiriah mereka mematuhi ketetapan-ketetapan Allah. Meskipun diberkati dengan terang yang besar dan hak istimewa yang berharga, mereka tetap akan kehilangan Kanaan surgawi, sama seperti orang Israel yang memberontak gagal memasuki Kanaan duniawi yang telah Allah janjikan kepada mereka sebagai upah ketaatan mereka.”
Testimonies for the Church Vol. 4, 162.3
“Sebagai suatu umat, kita kurang beriman. Pada zaman ini hanya sedikit orang yang mau mengikuti petunjuk yang diberikan melalui hamba pilihan Allah dengan ketaatan seperti yang ditunjukkan oleh tentara Israel pada waktu penaklukan Yerikho.”
Testimonies for the Church Vol. 4, 162.4
Seperti Israel di padang gurun, mereka pernah melihat mukjizat Tuhan, menerima janji, bahkan telah dihitung sebagai umat-Nya, tetapi karena ketidakpercayaan dan pemberontakan, mereka kehilangan warisan yang telah dijanjikan (tanah perjanjian).
Ingatlah bahwa kita juga sementara berjalan menuju “Kanaan Surgawi” tetapi tidak semua orang yang berjalan ke sana akan masuk ke “Kanaan Surgawi” tersebut. Jadi, pastikan kita sebagai umat Tuhan ini tetap memiliki iman yang hidup dan setia sampai akhir.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin