Bilangan 22 menceritakan tentang Balak, raja Moab, yang takut kepada Israel. Ia memanggil Bileam untuk mengutuk bangsa Israel. Baca atau dengarkan kisah lengkapnya di pasal ini.
Secara lahiriah, Bileam tampak “rohani” karena bertanya kepada Tuhan. Namun di dalam hatinya, ada keinginan akan upah dan kehormatan. Pada akhirnya, Bileam memilih untuk tetap pergi, meskipun Tuhan sudah menyatakan ketidaksenangan-Nya.
“Dulunya Bileam adalah seorang yang baik dan seorang nabi Tuhan, tetapi ia telah murtad dan telah menyerahkan dirinya kepada ketamakan; namun demikian ia masih tetap mengaku sebagai seorang hamba dari Yang Mahatinggi.”
Patriarchs and Prophets 439.2
Tak heran 2 Petrus 2:15 mencatatkan bahwa Bileam, “… suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.”
“Dosa ketamakan, yang Allah nyatakan sebagai penyembahan berhala, telah membuatnya menjadi orang yang mencari keuntungan pribadi, dan melalui satu kesalahan inilah Setan memperoleh kendali penuh atas dirinya. Inilah yang menyebabkan kehancurannya.”
Patriarchs and Prophets 439.5
“… ‘Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.’”
Lukas 12:15
Kiranya renungan hari ini boleh mengingatkan kita semua untuk tidak tamak.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin