Pasal ini berfokus pada masa awal pemerintahan Raja Rehabeam, anak Salomo, setelah kerajaan Israel terpecah menjadi dua: kerajaan Utara (Israel) dan kerajaan Selatan (Yehuda).

Saat membaca pasal ini, saya tertarik bagaimana dengan ayat 2-4, yaitu ketika Rehabeam hendak menyerang kerajaan Israel Utara, Tuhan berbicara melalui nabi Semaya agar ia tidak melakukannya. Apakah mereka menurut?

Rehabeam dan pasukannya taat dan membatalkan niat menyerang. Ini menunjukkan pentingnya mendengarkan dan mematuhi firman Tuhan, meski itu mungkin bertentangan dengan keinginan atau emosi kita.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga bersedia untuk menunda atau membatalkan rencana pribadi kita ketika Tuhan menyuruh berhenti? Maukah kita taat kepada perintah-Nya? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: