Saat membaca kisah ini, saya belajar tiga hal:

Pertama, pentingnya berdoa dan bertanya kepada Tuhan untuk mencari nasihat. Walaupun nasihat itu mungkin diberikan oleh Tuhan melalui orang sekitar kita, tetapi kita harus bertanya kepada Tuhan apakah memang nasihat itu sesuai kehendak Tuhan atau tidak.

Mintalah nasihat dari Tuhan karena pemazmur mencatat, “Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.” (Mazmur 73:24)

Kedua, kasih Daud kepada Absalom, anaknya sangat besar walaupun tahu anaknya memberontak. Teringat bahwa Allah juga begitu mengasihi kita walaupun kita berdosa. Ia tetap mengampuni dosa kita ketika kita bertobat.

Ketiga, Walaupun kasih Daud ke Absalom, anaknya itu besar, tetapi ingat bahwa sebagai ayah, ia juga melakukan kesalahan sehingga membuat Absalom memusuhinya. Apa penyebabnya? Baca lagi pasal 13 dan itulah awal mula kisah yang membuat Absalom memusuhi ayahnya.

“Akibat-akibat buruk dari sikap Daud yang longgar dan tidak adil terhadap Amnon tidaklah berakhir di sini, karena hal inilah yang menjadi awal dari permusuhan Absalom dengan ayahnya.”

Patriarchs and Prophets 728.2

Oleh karena itu, dari sini kita juga belajar untuk menjadi orang tua yang bijaksana dan adil dalam bertindak.

Itulah tiga pelajaran yang saya dapatkan ketika membaca kisah ini. Mungkin ada banyak pelajaran lainnya, tapi saya membagikan 3 ini. Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: