Pasal ini berbicara beberapa hal, yaitu mengenai penghapusan hutang, kemerdekaan budak, dan anak sulung. Saya tertarik dengan ayat 10-11.

Hari ini kita tidak membahas soal siapa yang boleh berhutang lalu bagaimana jika mereka tidak melunasi karena ada banyak orang yang berhutang bukan karena miskin dan kebutuhan, tetapi karena keinginan juga. Jadi kita perlu bijak-bijak. Tetapi terlepas dari itu, hari ini saya tertarik dengan 2 ayat tersebut. Pena inspirasi mencatat mengenai ini.

“Tak seorang pun perlu takut bahwa kemurahan hati mereka akan membuat mereka berkekurangan. Ketaatan pada perintah-perintah Allah pasti akan menghasilkan kemakmuran.”

The Ministry of Healing 187.1

Tak heran di ayat 6 dicatatkan, “Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati engkau, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak bangsa, tetapi mereka tidak akan menguasai engkau.” (Ulangan 15:6)

Jadi, orang yang murah hati tentu tidak akan kekurangan, tetapi akan diberkati oleh Tuhan. Mengapa? Karena itu adalah janji Tuhan.

Kiranya renungan ini boleh menjadi berkat bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: