Pasal ini mirip dengan Imamat 11, yaitu di dalamnya juga ada daftar hewan yang boleh dimakan (halal) dan yang tidak boleh dimakan (haram).

Salah satu yang haram adalah babi.

Ada orang berkata “Berarti kalau bukan babi hutan boleh dimakan?”

Ingat aturan haram dan halal itu bukan hanya nama-nama hewan yang tertulis, tetapi sesuai kriterianya. Jika ada babi yang berkuku belah dan memamah biak, boleh dimakan, tapi babi tidak memamah biak. Jadi, tidak sesuai kriteria.

Jika babi tidak boleh dimakan, lalu untuk apa?

“… Tuhan tidak pernah merancang babi untuk dimakan dalam keadaan apa pun. Babi bermanfaat. Di negeri yang subur, di mana banyak sekali pembusukan di tanah, yang dapat meracuni atmosfer, kawanan babi dibiarkan berkeliaran bebas, dan melahap zat-zat yang membusuk, yang merupakan cara untuk menjaga kesehatan. Hewan-hewan lain dilarang dimakan oleh orang Israel, karena bukan merupakan makanan terbaik.”

Spiritual Gifts, Vol. 4a 124.1

Jadi, Tuhan tidak menciptakan babi untuk dimakan. Mereka berguna untuk membersihkan lingkungan, tapi bukan untuk dikonsumsi.

Percayalah bahwa semua yang Tuhan perintahkan untuk kita hindari, maka kita harus hindari. Percayalah aturan Tuhan itu yang terbaik bagi kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: