Setelah menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang benar dan semua manusia membutuhkan kasih karunia, Paulus membawa kita kepada kabar baik. Ia berkata, “Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan ….” (Roma 3:21).
Ini adalah titik penting dalam pembahasan Paulus. Setelah menjelaskan masalah manusia, sekarang ia menunjukkan jalan yang Tuhan sediakan. Kebenaran yang kita perlukan bukanlah sesuatu yang dapat kita hasilkan sendiri melalui usaha dan kebaikan kita. Kebenaran itu datang dari Allah dan diterima melalui iman kepada Yesus Kristus (Roma 3:22).
Iman berarti mempercayakan keselamatan kita kepada Kristus, bukan kepada kemampuan diri sendiri. Kita tetap dipanggil untuk melakukan yang benar dan hidup dalam ketaatan, tetapi semua itu bukan dasar untuk menyombongkan diri di hadapan Tuhan. Kita hidup benar sebagai respons terhadap kasih karunia yang sudah kita terima.
“Kita tidak memperoleh keselamatan melalui ketaatan kita; sebab keselamatan adalah anugerah cuma-cuma dari Allah yang diterima melalui iman. Namun, ketaatan adalah buah dari iman.”
Steps to Christ 61.1
Roma 3:22 juga menegaskan bahwa kebenaran Allah diberikan kepada semua orang yang percaya, sebab tidak ada perbedaan. Tidak peduli seberapa jauh seseorang pernah berjalan dalam dosa, kasih karunia Allah tetap tersedia bagi orang yang mau datang kepada-Nya.
Karena itu, jangan menjauh dari Tuhan karena merasa diri belum cukup baik. Jangan pula merasa sudah cukup baik sehingga tidak lagi membutuhkan-Nya. Datanglah kepada Kristus dengan iman, karena hanya di dalam Dia kita menemukan kebenaran dan keselamatan.
Selamat pagi, selamat Sabat, dan Tuhan memberkati kita semua. Amin