Setelah menjelaskan kesetiaan Allah, Paulus membawa kita melihat keadaan manusia. Ia berkata, “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.” (Roma 3:10)
Paulus ingin menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat merasa lebih benar di hadapan Allah. Kita mungkin mudah melihat kesalahan orang lain dan merasa diri lebih baik, tetapi ketika melihat diri kita berdasarkan kekudusan Allah, kita menyadari bahwa kita semua membutuhkan kasih karunia-Nya.
“Pernyataan bahwa seseorang tidak berdosa, dengan sendirinya, merupakan bukti bahwa orang yang membuat pernyataan itu jauh dari kekudusan.”
Homeward Bound 86.2
Semakin kita memahami kekudusan Allah, semakin kita menyadari bahwa kita tidak dapat mengandalkan kebaikan diri sendiri. Kita membutuhkan Kristus.
Roma 3:20 mengatakan bahwa melalui hukum Taurat kita mengenal dosa. Hukum menunjukkan keadaan kita, tetapi tidak dapat menyelamatkan kita dari dosa. Karena itu, kesadaran akan dosa bukan untuk membuat kita putus asa, melainkan membawa kita datang kepada Juruselamat.
Jangan membandingkan diri dengan orang lain untuk merasa lebih baik. Datanglah kepada Tuhan dengan kerendahan hati dan akui bahwa setiap hari kita membutuhkan kasih karunia-Nya.
Kesadaran akan dosa mengingatkan kita bahwa kita membutuhkan Kristus.
Pertanyaan bagi kita semua adalah “Apakah saya masih mengandalkan kebaikan diri sendiri, ataukah saya sungguh menyadari bahwa saya membutuhkan Kristus setiap hari?” Jawablah itu dalam hati kita masing-masing.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin