“Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan.”
Ratapan 2:14
Dari ayat ini saya diingatkan dua hal. Apa saja? Mari kita membahasnya. Renungan ini agak panjang, pastikan memiliki waktu untuk membacanya.
Pertama, jika memang ada sesuatu yang salah, kita harus nyatakan bahwa itu salah. Jangan pernah menutupi dosa atau pun berbicara yang bertujuan hanya untuk menyenangkan hati orang lain walau pun kita tahu itu salah.
Berapa banyak pengkhotbah yang tidak berani menyampaikan kebenaran karena takut kehilangan jabatan, takut tidak disukai, takut tidak populer, atau ketakutan lainnya. Ada juga yang tidak menyampaikan kebenaran karena ada keuntungan pribadi yang mereka bisa dapatkan. Tetapi ini semua tidaklah dibenarkan.
Lalu jika ada yang salah atau dosa yang kita ketahui, apakah lebih baik kita berdiam saja? Tentu saja tidak! Penjelasan lengkapnya bisa dibaca di https://t.me/growithim/5052 atau renungan dengan judul “Lebih Baik Mati (Bagian 6) – Apakah Berdiam itu Pilihan Terbaik?” atau dengarkan audio renungannya di https://youtu.be/23uRsmssuZA
“Kita tidak semestinya menyetujui dosa dengan perkataan atau perbuatan, atau sikap diam atau kehadiran kita.”
The Desire of Ages 152.3
Jadi, jika salah, nyatakan kesalahan itu.
“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”
2 Timotius 4:2
Kedua, janganlah kita memberikan ramalan yang salah atau dusta atau yang menyesatkan.
Teringat dengan berapa banyak orang atau nabi atau utusan Tuhan yang memberikan ramalan yang menyesatkan. Dan itu juga terjadi pada umat Israel yang mana nabi-nabi Israel menyesatkan mereka. Mari kita baca firman Tuhan yang dituliskan di kitab Yehezkiel.
“… mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera ….”
Yehezkiel 13:10
“… nabi-nabi Israel yang bernubuat tentang Yerusalem dan melihat baginya suatu penglihatan mengenai damai sejahtera, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera ….”
Yehezkiel 13:16
Jadi, kita perlu bijak-bijak di dalam mendengarkan khotbah atau nubuatan dari nabi-nabi. Kita harus memastikan dan membandingkan dengan Alkitab apakah memang yang dikatakan oleh mereka seturut kehendak Tuhan atau tidak.
Tak heran Alkitab memperingatkan kita, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” (Matius 7:15)
Jadi, hari ini kita diingatkan dua hal, yaitu jadilah berani untuk menyatakan kesalahan atau dosa, lalu janganlah kita menyatakan ramalan yang salah dan janganlah kita percaya kepada nabi yang seperti itu. Berhati-hatilah dengan nabi atau pengkhotbah atau siapa pun yang memiliki ciri seperti yang dicatat di Ratapan 2:14.
Kiranya renungan ini boleh memberkati kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin