Setelah mendengar kesaksian Paulus, suasana persidangan menjadi semakin menarik.
Paulus dengan berani menjelaskan tentang pertobatannya, kebangkitan Kristus, dan keselamatan yang tersedia bagi semua orang.
Ketika Paulus sedang berbicara, Festus berseru: “… ’Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila.’” (Kisah Para Rasul 26:24)
Namun Paulus dengan tenang menjawab bahwa apa yang ia katakan adalah benar dan masuk akal.
Lalu ia mengarahkan perhatiannya kepada Raja Agripa, yang sangat memahami Kitab Suci dan tradisi Yahudi.
Paulus berkata: “Percayakah engkau, raja Agripa, kepada para nabi? Aku tahu, bahwa engkau percaya kepada mereka.” (Kisah Para Rasul 26:27)
Pertanyaan itu menyentuh hati Agripa.
Ia tidak lagi bisa bersembunyi di balik perannya sebagai penonton yang netral. Ia harus mengambil sikap terhadap kebenaran yang baru saja didengarnya.
“Jawab Agripa: ‘Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!’”
Kisah Para Rasul 26:28
Inilah salah satu kalimat paling menyedihkan dalam Kitab Kisah Para Rasul.
Agripa hampir diyakinkan. Ia hampir percaya. Ia hampir mengambil keputusan. Ia hampir menjadi orang Kristen. Tetapi “hampir” tidaklah cukup.
Seseorang tidak diselamatkan karena hampir bertobat.
Seseorang tidak diselamatkan karena hampir menyerahkan hidup kepada Kristus.
Keselamatan datang ketika seseorang benar-benar menerima dan mengikuti Tuhan.
Banyak orang berada dalam posisi seperti Agripa. Mereka menghargai kebenaran.
Mereka tersentuh oleh firman Tuhan. Mereka memahami apa yang benar. Namun mereka terus menunda keputusan untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Kristus.
Paulus menjawab Agripa dengan kerinduan yang besar:
“… ‘Aku mau berdoa kepada Allah, supaya segera atau lama-kelamaan bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini.’”
Kisah Para Rasul 26:29
Paulus tidak menyimpan kepahitan terhadap orang-orang yang mengadilinya. Sebaliknya, ia rindu agar mereka juga mengalami keselamatan yang telah ia temukan di dalam Kristus.
Hari ini, Tuhan juga mengundang kita untuk mengambil keputusan yang sungguh-sungguh.
Jangan puas hanya mengetahui kebenaran.
Jangan berhenti pada kekaguman terhadap Injil.
Jangan hanya “hampir” menjadi pengikut Kristus.
Berikanlah hati sepenuhnya kepada Tuhan.
Keselamatan tidak ditemukan dalam kata “hampir”, melainkan dalam penyerahan diri yang sepenuhnya kepada Kristus.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin