Paulus menutup Roma 5 dengan sebuah perbandingan yang sangat kuat. Dosa membawa manusia kepada kematian, tetapi kasih karunia membawa kepada hidup kekal melalui Yesus Kristus. 

Perhatikan bahwa Paulus tidak berkata bahwa kasih karunia hanya membuat kita merasa lebih baik setelah melakukan kesalahan. Kasih karunia memiliki tujuan yang lebih besar: membawa kita keluar dari kuasa dosa dan menuju kehidupan yang baru bersama Kristus. 

Dosa ingin menguasai hidup kita. Dosa dapat menjadi kebiasaan, memengaruhi pikiran, perkataan, keputusan, dan akhirnya membawa kita semakin jauh dari Tuhan. Tetapi Roma 5 memberikan pengharapan: dosa bukanlah akhir dari cerita hidup kita. 

Melalui Kristus, ada kuasa yang lebih besar daripada dosa. Kasih karunia tidak membiarkan kita terus hidup dalam dosa, tetapi mengundang kita untuk menerima kehidupan baru yang Tuhan tawarkan. 

Karena itu, jangan melihat kasih karunia sebagai izin untuk terus berbuat dosa. Lihatlah kasih karunia sebagai tangan Tuhan yang mengangkat kita dari kehidupan lama dan menuntun kita kepada kehidupan yang baru. 

Di dalam Kristus, dosa bukan lagi akhir dari cerita. Kasih karunia membuka jalan menuju kehidupan baru. 

Setiap hari kita mempunyai pilihan: membiarkan dosa terus menguasai hidup, atau menyerahkan hidup kepada Kristus dan membiarkan kasih karunia-Nya bekerja dalam diri kita. 

Kasih karunia bukan hanya menyelamatkan kita dari kematian, tetapi juga menuntun kita kepada kehidupan bersama Kristus. 

Kiranya kita tidak menyia-nyiakan kasih karunia yang telah Tuhan berikan. Dan setiap hari, izinkan kasih karunia-Nya membentuk kehidupan kita. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: