Setelah menjelaskan berita pertobatan yang ia beritakan, Paulus melanjutkan:
“Karena itulah orang-orang Yahudi menangkap aku di Bait Allah, dan mencoba membunuh aku. Tetapi oleh pertolongan Allah aku dapat hidup sampai sekarang dan memberi kesaksian kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar….”
Kisah Para Rasul 26:21-22
Paulus memahami bahwa alasan ia berdiri di hadapan Raja Agripa hari itu bukanlah karena keberuntungan, kecerdikannya sendiri, atau perlindungan manusia semata. Ia ada di sana karena pertolongan Allah.
Jika melihat perjalanan hidup Paulus, sebenarnya ada banyak kesempatan di mana hidupnya bisa berakhir.
Ia pernah dirajam, dipukuli, dipenjara, dikejar-kejar, dan menjadi sasaran berbagai rencana pembunuhan. Namun sampai hari itu, Tuhan masih memelihara hidupnya.
Paulus melihat tangan Tuhan yang bekerja di balik setiap peristiwa. Dan ia tidak hanya bersyukur karena Tuhan menolongnya bertahan hidup. Ia menyadari bahwa Tuhan memeliharanya untuk suatu tujuan.
Selama Tuhan masih memberinya hidup, masih ada kesaksian yang harus disampaikan. Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan. Masih ada orang yang perlu mendengar tentang Kristus.
Hal yang sama berlaku bagi kita. Jika hari ini Tuhan masih memberi kita kehidupan, itu berarti Dia masih memiliki tujuan bagi kita.
Mungkin tujuan itu tidak selalu besar menurut ukuran dunia. Namun setiap hari adalah kesempatan untuk memuliakan Tuhan melalui perkataan, tindakan, dan pengaruh yang kita berikan kepada orang lain.
Hari ini, marilah kita mengingat kembali berbagai pertolongan Tuhan dalam hidup kita.
Dan seperti Paulus, marilah kita menggunakan kehidupan yang masih Tuhan percayakan kepada kita untuk menjadi saksi bagi-Nya.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin