Setelah dihadapkan kepada Mahkamah Agama, Paulus mendapati dirinya berada di tengah situasi yang sangat sulit. Para pemimpin agama tidak datang untuk mencari kebenaran, tetapi sudah dipenuhi prasangka terhadap dirinya.

Namun di tengah tekanan itu, Paulus tidak kehilangan ketenangan maupun hikmat.

Alkitab mencatat:

Pernyataan itu segera menimbulkan perdebatan antara kelompok Farisi dan Saduki, karena mereka memiliki pandangan yang berbeda mengenai kebangkitan, malaikat, dan roh.

Melalui situasi ini, kita melihat bahwa Tuhan tidak hanya memberi Paulus keberanian, tetapi juga hikmat untuk menghadapi keadaan yang sulit.

Dalam menghadapi masalah, tidak semua situasi harus diselesaikan dengan konfrontasi. Ada kalanya Tuhan menolong kita melalui kebijaksanaan dalam berbicara, bertindak, dan mengambil keputusan.

Hikmat yang berasal dari Tuhan membantu kita melihat jalan yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain.

Oleh karena itu, sebelum bertindak atau mengambil keputusan, marilah kita mencari hikmat Tuhan terlebih dahulu.

Orang yang bersandar kepada Tuhan akan menerima hikmat pada waktunya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: