Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di Tesalonika yang sebelumnya menolak pemberitaan Paulus.

Alkitab mencatat bahwa mereka datang ke Berea dan mulai menghasut serta menggelisahkan orang banyak.

Sekali lagi, kita melihat bahwa ketika firman Tuhan diberitakan, akan selalu ada perlawanan. Tidak semua orang senang melihat kebenaran tersebar.

Ada hati yang terbuka menerima firman, tetapi ada juga hati yang dipenuhi iri hati, kebencian, dan penolakan.

Meskipun menghadapi penolakan dan ancaman, pelayanan Injil tidak berhenti. Firman Tuhan terus bergerak dari satu tempat ke tempat lain, seperti ada tertulis:

Dari sini kita diingatkan bahwa mengikut Tuhan tidak selalu berarti hidup tanpa tantangan. Kadang ketika kita ingin hidup benar, justru muncul penolakan, kritik, atau kesalahpahaman. Bahkan kebenaran sering kali ditentang oleh mereka yang tidak mau berubah.

Namun melalui kisah ini kita belajar bahwa penolakan manusia tidak dapat menghentikan pekerjaan Tuhan.

Kebenaran mungkin ditolak manusia, tetapi tidak dapat dihentikan.

Tugas kita bukan memastikan semua orang menerima kita, tetapi tetap setia kepada Tuhan dan kepada kebenaran firman-Nya.

Jangan menyerah hanya karena ada tantangan atau penolakan. Sebab Tuhan sanggup memakai setiap keadaan untuk terus menyatakan pekerjaan-Nya.

Marilah kita tetap berdiri teguh di dalam kebenaran Tuhan, sekalipun tidak semua orang menyukainya.

Kiranya Tuhan memberi kita keberanian untuk tetap setia, tidak mudah goyah, dan terus hidup bagi kemuliaan-Nya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: