Pasal ini membahas hukum tentang lembu betina merah dan air pentahiran. Sekilas tampak sebagai aturan ritual, tetapi di baliknya tersimpan pelajaran rohani yang dalam tentang kenajisan akibat dosa, kebutuhan akan penyucian, dan kasih karunia Allah yang menyediakan jalan pemulihan bagi umat-Nya.
“Tetapi orang yang telah najis, dan tidak menghapus dosa dari dirinya, orang itu harus dilenyapkan dari tengah-tengah jemaah itu, karena ia telah menajiskan tempat kudus TUHAN; air pentahiran tidak ada disiramkan kepadanya, jadi ia tetap najis.”
Bilangan 19:20
Mengenai hal ini, mari kita baca penjelasan dari pena inspirasi.
“Saya tidak membawa pesan yang menghibur bagi mereka yang telah begitu lama menjadi penunjuk jalan yang palsu, yang mengarahkan ke jalan yang salah. Jika kamu menolak utusan-utusan Kristus yang diutus-Nya, kamu menolak Kristus. Jika kamu mengabaikan keselamatan yang besar ini, yang telah diletakkan di hadapanmu selama bertahun-tahun, jika kamu menghina tawaran yang mulia ini yaitu pembenaran melalui darah Kristus dan pengudusan melalui kuasa penyucian Roh Kudus, maka tidak ada lagi korban untuk dosa, selain penantian yang mengerikan akan penghakiman dan murka api yang menghanguskan.”
Testimonies to Ministers and Gospel Workers 97.1
“Aku memohon kepadamu sekarang rendahkanlah dirimu dan hentikanlah perlawananmu yang keras kepala terhadap terang dan bukti. Katakanlah kepada Tuhan: Kejahatan-kejahatanku telah memisahkan aku dari Allahku. Ya Tuhan, ampunilah pelanggaranku. Hapuskanlah dosa-dosaku dari kitab peringatan-Mu. Pujilah nama-Nya yang kudus, sebab pada-Nya ada pengampunan, dan kamu dapat diubahkan, diperbarui.”
Testimonies to Ministers and Gospel Workers 97.1
Oleh karena itu, mintalah pengampunan dari Tuhan atas segala dosa yang kita lakukan.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin