Kesetiaan kepada Tuhan tentu mendatangkan berkat dan kebahagiaan, tetapi itu tidak menjamin hidup kita akan selalu mulus tanpa masalah atau cobaan. Mari kita baca kisah Hizkia.
Di awal pasal ini dicatatkan demikian, “Setelah peristiwa yang menunjukkan kesetiaan Hizkia itu datanglah Sanherib, raja Asyur, menyerbu Yehuda. Ia mengepung kota-kota berkubu, dan berniat merebutnya.” (2 Tawarikh 32:1)
Jadi, setelah Hizkia setia, masalah, cobaan, maupun tantangan hidup tetap datang. Ini menunjukkan bahwa kesetiaan tidak menjauhkan kita dari masalah, kesusahan, cobaan, maupun tantangan hidup.
“Ketika Dia [Tuhan] mengizinkan pencobaan dan kesengsaraan, itu adalah ‘untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.’ Ibrani 12:10. Jika diterima dengan iman, pencobaan yang tampaknya begitu pahit dan sulit untuk ditanggung akan terbukti menjadi berkat.”
Thoughts from the Mount of Blessing 10.2
“Cobaan-cobaan hidup adalah alat-alat Tuhan untuk membersihkan kekotoran-kekotoran dan kekasaran-kekasaran dari tabiat kita.”
Thoughts from the Mount of Blessing 10.3
Jadi, hari ini kita diingatkan untuk tetap setia kepada Tuhan walaupun kita masih tetap akan menghadapi yang namanya masalah, cobaan hidup, tantangan, kesusahan, dan lain-lain. Jangan takut untuk memilih setia kepada Tuhan karena selalu ada jalan keluar yang disediakan bagi kita asal kita tetap percaya dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.