Pasal ini berfokus pada pembaruan rohani yang dilakukan oleh Raja Hizkia.
Setelah merayakan Paskah besar-besaran (pasal 30), Hizkia melanjutkan dengan langkah-langkah serius untuk memurnikan ibadah kepada Tuhan dan mengatur pelayanan di Bait Allah.
“Demikianlah perbuatan Hizkia di seluruh Yehuda. Ia melakukan apa yang baik, apa yang jujur, dan apa yang benar di hadapan TUHAN, Allahnya. Dalam setiap usaha yang dimulainya untuk pelayanannya terhadap rumah Allah, dan untuk pelaksanaan Taurat dan perintah Allah, ia mencari Allahnya. Semuanya dilakukannya dengan segenap hati, sehingga segala usahanya berhasil.”
2 Tawarikh 31:20-21
Hizkia melakukan semua tugasnya dengan baik, jujur, dan benar karena ia memulainya dengan mencari Tuhan terlebih dahulu. Kita pun seharusnya melakukan hal demikian juga di dalam setiap hal yang kita lakukan, bukan hanya saat pelayanan di gereja.
Mari kita baca apa yang dituliskan oleh pena inspirasi mengenai ayat tersebut.
“Pemuda yang takut akan Tuhan hendaknya berusaha melaksanakan tugas mereka dengan pertimbangan yang matang, menjaga pikiran pada jalur yang benar, dan melakukan yang terbaik.”
Messages to Young People 149.1
“Keinginan untuk menghormati Allah seharusnya menjadi motivasi yang paling kuat bagi kita.”
Messages to Young People 149.3
Jadi, carilah Tuhan, lalu jaga pikiran kita agar tetap berada di jalur yang benar, lalu lakukan yang terbaik untuk Tuhan seperti yang Hizkia lakukan.
Selain itu, keinginan untuk menghormati Allah haruslah menjadi motivasi paling kuat bagi kita, bukan untuk meninggikan diri kita sendiri.
Kiranya renungan hari ini boleh menjadi berkat dan pengingat bagi kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin