Pasal ini berfokus pada dua raja Yehuda, yaitu Manasye dan Amon yang sama-sama berbuat jahat, walaupun dicatatkan Manasye akhirnya bertobat. Baca keseluruhan kisah ini.
“Kerajaan Yehuda yang makmur sepanjang zaman Hizkia, sekali lagi direndahkan selama tahun-tahun pemerintahan Manasye yang jahat, ketika berhala dihidupkan kembali, dan banyak orang yang terseret untuk menyembah berhala.”
Prophets and Kings 381.1
Apakah di Tengah-tengah kebobrokan rohani ini tetap ada orang benar?
“Namun masa-masa yang jahat itu bukannya tanpa saksi-saksi bagi Allah yang benar.”
Prophets and Kings 381.2
“Dengan setia para nabi itu melanjutkan amaran dan nasihat mereka, dengan tidak takut mereka berbicara kepada Manasye dan kepada rakyatnya ….”
Prophets and Kings 381.3
Jadi dari sini kita diingatkan dua hal:
Pertama, Janganlah kita jemu-jemu mengingatkan dan menasihati orang untuk berbalik kepada Tuhan.
Kedua, Setiap kesempatan untuk bertobat yang Tuhan berikan janganlah kita sia-siakan. Jangan sampai kita tetap berkeras hati dan tidak mau bertobat. Rendahkan hati kita dan bertobatlah.
“… ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya, dan berdoa kepada-Nya. Maka TUHAN mengabulkan doanya, dan mendengarkan permohonannya. Ia membawanya kembali ke Yerusalem dan memulihkan kedudukannya sebagai raja. Dan Manasye mengakui, bahwa TUHAN itu Allah.”
2 Tawarikh 33:12-13
Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin