Pasal ini mencatat kisah Raja Yosafat dari Yehuda yang bekerja sama dengan Raja Ahab dari Israel untuk berperang melawan Ramot-Gilead. Sebelum mereka berperang, Yosafat mengusulkan kepada Ahab untuk bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan.

Lalu apa tanggapan atau respons dari Ahab?

“Sebagai sambutan, Ahab memanggil empat ratus nabi palsu di Samaria.”

Prophets and Kings 195.2

Jadi, ketika Yosafat meminta agar mereka mencari petunjuk Tuhan sebelum berperang, Ahab mengumpulkan nabi-nabi palsu yang hanya mengatakan apa yang ingin dia dengar. Yosafat menyadari ada yang tidak beres dan bertanya, “Tidakkah ada lagi seorang nabi TUHAN di sini?” (ay. 6)

Singkat ceritanya ada seorang nabi yang bernama Mikha bin Yimla menyampaikan nubuat yang tidak menyenangkan. Baca atau dengarkan kisah lengkapnya di pasal ini.

Lalu apa respons mereka mendengar perkataan dari Nabi Mikha?

“Perkataan nabi itu seharusnya telah cukup menunjukkan kepada raja-raja tersebut bahwa proyek mereka tidak direstui Surga, tetapi tak seorang dari kedua raja itu yang cenderung memperhatikan amaran itu.”

Prophets and Kings 196.1

Lalu apa yang terjadi?

Raja Ahab akhirnya mati walaupun ia sudah menyamar (baca ayat 28-34).

Pelajaran apa saja yang bisa kita ambil dari kisah ini?

Pertama, di dalam membuat keputusan, kita harus sungguh-sungguh mencari kehendak Tuhan, bukan hanya sekadar membenarkan keinginan sendiri.

Kedua, menolak dan mengabaikan peringatan Tuhan akan membawa pada kehancuran, walaupun seseorang mencoba berbagai macam cara untuk menyelamatkan diri.

Kiranya renungan hari ini boleh menjadi berkat bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: