Saat membaca pasal ini, ada 3 raja yang dicatat dan semuanya berhubungan dengan Babilonia. Jika kita mengikuti bacaan Alkitab dari pasal 22, mungkin kita sudah menyadari nubuatan yang akan terjadi, yaitu amaran mengenai malapetaka yang sudah dibaca oleh Yosia dan sekarang sudah beralih pemerintahan kepada Yoyakim.
“Tahun-tahun permulaan pemerintahan Yoyakim dipenuhi dengan amaran terhadap malapetaka yang sudah dekat. Firman Tuhan yang diucapkan para nabi sudah hendak digenapi.”
Prophets and Kings 422.1
Lalu apa yang terjadi pada zaman pemerintahan Yoyakim? Baca 2 Raja-raja 24:2-4
“Karena meremehkan hak istimewa yang diberikan kepadanya, raja Yehuda dengan sengaja mengikuti jalan yang dipilihnya sendiri. Dia melanggar janji kehormatannya kepada penguasa Babilonia, dan memberontak. Hal ini membawa dia dan kerajaannya ke tempat yang sangat sulit.”
Prophets and Kings 438.1
“Dalam waktu beberapa tahun saja dia menutup pemerintahannya yang buruk dengan cara yang tercela, ditolak oleh Surga, tidak dicintai oleh rakyatnya, dan dibenci oleh para penguasa Babilonia yang kepercayaannya telah dia khianati–dan semua ini adalah akibat dari kesalahan fatalnya dalam menyimpang dari tujuan Tuhan sebagaimana diwahyukan melalui utusan yang ditunjuk-Nya.”
Prophets and Kings 438.1
Jadi, dari kisah ini kita belajar dan diingatkan untuk tidak mengikuti pikiran atau jalan kita sendiri, tetapi ingatlah untuk selalu mengikuti jalan Tuhan. Janganlah menyimpang dari Tuhan.
Mari kita sama-sama berdoa demikian, “Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.” (Mazmur 119:10)
Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin