Kemarin kita sudah membaca kisah yang mana kitab Taurat ditemukan lagi pada zaman Yosia setelah bertahun-tahun lamanya tidak lagi dibacakan.
Lalu ahli kitab, yaitu Safan membacakan isi kitab itu (2 Raja-raja 22:8), dan mari kita lihat apa tindakan yang Yosia lakukan setelah mendengarnya. Apakah ia hanya mendengarkan atau bersedih, atau ada tindakan nyata?
Jika kemarin kita baca, Yosia mengoyakkan pakaiannya (2 Raja-raja 22:11) sebagai responnya, tetapi bagaimana dengan tindakan nyata? Apakah ada? Apa keputusan Yosia? Mari kita baca yang dicatatkan oleh pena inspirasi dan Alkitab.
“Ia memutuskan untuk berjalan dalam terang nasihat-nasihat kitab itu, dan juga hendak melakukan dengan sekuat kuasanya untuk memperkenalkan pengajaran-pengajaran yang terdapat di dalamnya kepada rakyatnya dan sekiranya mungkin, menuntun mereka mengembangkan penghormatan dan kasih terhadap undang-undang surga.”
Prophets and Kings 398.1
Baca kisah lengkap bagaimana pembaruan yang dilakukan Yosia di seluruh pasal ini khususnya di ayat 4-24.
“Para pemanggil arwah, dan para pemanggil roh peramal, juga terafim, berhala-berhala dan segala dewa kejijikan yang terlihat di tanah Yehuda dan di Yerusalem, dihapuskan oleh Yosia dengan maksud menepati perkataan Taurat yang tertulis dalam kitab yang telah didapati oleh imam Hilkia di rumah TUHAN.”
2 Raja-raja 23:24
Jadi, ada tindakan nyata dari Yosia setelah mengetahui apa yang ditulis dalam kitab Taurat. Bagaimana dengan kita? Ketika kita mempelajari firman Tuhan atau mendengarkan khotbah dan mendapati sebuah nasihat atau teguran, apakah kita mau melakukannya? Ingatlah satu ayat di bawah ini yang mungkin bisa kita hafal juga agar kita bisa menjadi pelaku firman.
“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”
Yakobus 1:22
Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin