Di tengah-tengah kejayaan pemerintahan Raja Hizkia, ia tiba-tiba diserang penyakit. Alkitab mencatat mengenai kondisinya, yaitu “… Hizkia jatuh sakit dan hampir mati.” (2 Raja-raja 20:1)

Kita semua tahu bahwa penyakit apa pun tentu bukan ada di bawah kuasa tabib atau dokter atau manusia. Manusia bisa saja berusaha menyembuhkan, tetapi tentu saja itu di luar kemampuan manusia.

Lalu apa yang Raja Hizkia lakukan ketika mengetahui bahwa ia akan mati?

“Secara manusia tampaknya sudah gelap sama sekali; namun raja itu masih dapat berdoa kepada satu Oknum yang sejak dahulu kala menjadi ‘tempat perlindungan dan kekuatannya, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.’ Mazmur 46:2.”

Prophets and Kings 340.2

Dan kita semua tahu bahwa akhirnya Hizkia mendapatkan kesembuhan dan umurnya diperpanjang selama 15 tahun (baca ayat 6).

Dari sini kita diingatkan bahwa kesembuhan itu berasal dari Tuhan dan itu hak prerogatif Tuhan. Tetapi hari ini kita diingatkan bahwa kita harus memiliki pengharapan akan kesembuhan dari Tuhan dan percayalah apa pun jawaban Tuhan, tentu itu yang terbaik bagi kita.

Apa pun masalah kita hari ini, berdoalah dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan dan mintalah jalan keluar karena Ia yang “tak habis-habisnya rahmat-Nya,” Ratapan 3:22 mendengar akan doa hamba-Nya.

Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: