Saat membaca kisah di pasal ini, saya belajar bahwa di dalam segala masalah, ingatlah untuk berdoa terlebih dahulu kepada Tuhan.
Ketika Hizkia mengalami masalah, yang ia lakukan ialah berdoa.
“Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN. Hizkia berdoa di hadapan Tuhan ….”
2 Raja-raja 19:14-15
Dan hasil dari doa itu, mereka selamat dan diluputkan dari Sanherib dengan cara yang luar biasa.
“Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!”
2 Raja-raja 19:35
Bagaimana dengan kita? Apakah kita pernah merasakan apa yang Hizkia rasakan? Pernahkah kita merasa hidup ini penuh dengan tantangan dan ujian yang sepertinya tidak pernah habis?
Itulah sebabnya Tuhan mengingatkan kita untuk benar-benar berserah dan bergantung kepada-Nya sepenuh hati. Tantangan hidup seharusnya tidak membawa kita jauh, tetapi membawa kita dekat kepada Tuhan dan membiarkan-Nya yang “berperang” untuk kita.
Dan pada akhirnya kita akan berkata, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Roma 8:31)
Kiranya renungan hari ini boleh memberkati dan menguatkan kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin