Pada pasal ini dicatatkan orang-orang yang datang untuk mendukung Daud saat ia masih dalam pelarian dari Saul dan kemudian saat ia menjadi raja. Dari pasal ini saya tertarik dengan perkataan Daud di ayat 17. Perhatikan ayat ini.
“lalu keluarlah Daud menyongsong mereka. Berkatalah ia kepada mereka: ‘Jika kamu datang kepadaku dengan maksud damai untuk membantu aku, maka aku rela bersekutu dengan kamu, tetapi jika untuk menyerahkan aku dengan tipu muslihat kepada lawanku, sedang aku tidak melakukan kelaliman, maka biarlah Allah nenek moyang kita melihat itu dan menghukum kamu.’”
1 Tawarikh 12:17
Ketika orang datang kepada Daud untuk membantu, maka Daud akan bersekutu dengan mereka. Tetapi ketika mereka datang dengan maksud buruk, berpura-pura, dan berkhianat, maka Daud akan serahkan itu kepada Allah untuk menghukum mereka. Luar biasa bukan?
Biasanya ketika kita melihat orang lain menusuk kita dari belakang, berkhianat, atau berpura-pura kepada kita, maka ada banyak orang memilih membalasnya langsung atau main hakim sendiri, tetapi hari ini kita belajar dari Daud untuk menyerahkan urusan pembalasan itu kepada Tuhan yang adil dan tidak ingin merancangkan balas dendam atau kejahatan kepada orang lain.
Tuhan sendiri berkata, “… ‘Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.’ ….” (Ibrani 10:30)
Kiranya renungan ini boleh mengingatkan kita untuk menyerahkan semua urusan penghukuman kepada Tuhan yang adil dan janganlah kita main hakim sendiri.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin