Saat membaca pasal ini, kita bisa melihat bahwa ada seorang yang menjadi utusan Tuhan untuk menyampaikan pesan. Pada zaman perjanjian lama, ada banyak nabi yang dicatatkan.

“Nabi, sebagai utusan Allah, telah menegur dosa-dosa manusia, mencela mereka atas hukuman Allah karena kejahatan mereka.”

Testimonies for the Church, Vol. 3, 278.2

Teguran yang diberikan tentu saja ada orang yang menerimanya dan ada juga yang tidak menerimanya. Lalu apa respons dari raja Yerobeam?

“Melalui pesan nabi tersebut, raja Israel seharusnya dituntun untuk bertobat dan meninggalkan tujuan jahatnya, yang membuat bangsanya menjauh dari ibadat sejati kepada Tuhan. Namun dia mengeraskan hatinya dan bertekad untuk mengikuti jalan yang dia pilih sendiri.”

Conflict and Courage 202.4

Ingatlah untuk tidak menjadi seperti raja Yerobeam. Ingatlah juga bahwa “Tuhan berupaya menyelamatkan, bukan menghancurkan. Dia senang dengan penyelamatan orang-orang berdosa.” (Conflict and Courage 202.5)

Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: