Di dalam pasal ini ada kisah mengenai kunjungan ratu negeri Syeba yang akhirnya melihat sendiri hikmat Salomo. Dari sekian kalimat yang diucapkan oleh ratu, ada satu yang ingin saya bagikan di ayat 9.

“Pada saat kunjungannya berakhir, sang ratu telah sepenuhnya diajar oleh Salomo mengenai sumber hikmat dan kemakmurannya … bukan untuk meninggikan agen manusia, namun untuk berseru, ‘Terpujilah Tuhan, Allahmu.’ … Inilah kesan yang Tuhan rencanakan harus diberikan kepada semua orang. Dan ketika ‘semua raja di bumi mencari kehadiran Salomo, untuk mendengarkan hikmatnya, yang telah diberikan Allah dimasukkan ke dalam hatinya’ 2 Tawarikh 9:23, Salomo untuk suatu waktu menghormati Allah dengan penuh hormat mengarahkan mereka kepada Pencipta langit dan bumi, Penguasa alam semesta, Yang Maha Bijaksana.”

Prophets and Kings 67.2

Jadi, ketika kita memiliki hikmat, talenta, kekayaan, atau kepintaran, maka ingatlah bahwa itu bukan untuk kemuliaan diri kita, itu semua bukan untuk meninggikan diri kita, tetapi biarlah segala puji dan hormat hanya untuk nama Tuhan saja.

Kiranya renungan ini boleh mengingatkan kita semua untuk selalu meninggikan Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: