Pasal ini berbicara mengenai penebus salah. Hal menarik di pasal ini bagi saya adalah dosa yang tidak disengaja. Mari kita membaca ayat 17.

Dari sini kita diingatkan betapa seriusnya dosa di hadapan Tuhan, bahkan ketika dosa itu dilakukan dengan tidak sengaja.

Di pasal ini kita juga bisa melihat bahwa Tuhan menetapkan korban penghapus salah, bahkan untuk dosa yang dilakukan “tanpa sengaja.” Ingatlah bahwa dosa tetaplah dosa.

“Saudaraku, dosa adalah dosa; itu adalah pelanggaran hukum.”

Testimonies on Sexual Behavior, Adultery, and Divorce 124.4

Walaupun penuh aturan, tetapi kita juga bisa melihat kemurahan Tuhan. Ia memberikan jalan agar umat-Nya bisa dipulihkan—melalui korban. Ini menggambarkan kasih karunia yang kelak digenapi dalam Kristus, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Oleh karena ini, mari kita refleksikan dan tanyakan pada diri kita “Apakah ada dosa yang kita lakukan dan merasa tidak perlu memohon pengampunan karena merasa itu “dosa kecil” atau dosa yang tidak disengaja?”

Berdoalah pada Tuhan dan mintalah untuk bisa menyingkapkan kepada kita segala dosa kita agar kita bisa sadar, memohon ampun, dan bertobat.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: