Bagaimana jika kesetiaan kepada Tuhan harus dibayar dengan nyawa—apakah kita tetap setia?
Setelah difitnah dan dibawa ke Mahkamah Agama, Stefanus tidak membela diri dengan emosi. Ia justru menyampaikan kebenaran dengan berani, mengingatkan sejarah umat Israel dan bagaimana mereka berulang kali menolak utusan Tuhan.
Namun, kebenaran yang disampaikan tidak selalu diterima. Hati yang keras justru semakin marah ketika ditegur.
“Ketika mereka mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka dan mereka menyambutnya dengan gertakan gigi.”
Kisah Para Rasul 7:54
Di saat itu, Stefanus tidak mundur. Ia mengarahkan pandangannya kepada Tuhan.
“Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.”
Kisah Para Rasul 7:55
Pandangan kepada Tuhan memberi kekuatan untuk tetap setia, bahkan di saat paling gelap.
Dan akhirnya, Stefanus dirajam. Ia menjadi saksi yang setia—bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui hidup dan kematiannya.
“Mereka yang memiliki hubungan erat dengan Tuhan mungkin tidak makmur dalam hal-hal duniawi; mereka sering kali diuji dan ditimpa penderitaan yang berat.”
Testimonies for the Church Vol. 4, 525.1
Siapa saja contohnya? Di dalam buku Testimonies for the Church Vol. 4 Page 525 Paragraph 1 mencatat:
- Yusuf – difitnah dan dianiaya karena mempertahankan integritas.
- Daniel – dilempar ke gua singa karena kesetiaan kepada Tuhan.
- Ayub – kehilangan segalanya dan menderita, tetapi tetap setia.
- Yeremia – dipenjarakan karena menyampaikan kebenaran Tuhan.
- Stefanus – dirajam karena memberitakan Kristus.
- Paulus – dipenjara dan dianiaya hingga mati demi Injil.
- Yohanes – diasingkan ke Patmos karena kesaksian tentang Yesus.
Kisah-kisah ini mengingatkan kita bahwa jalan orang benar tidak selalu mudah. Sejak dahulu, kesetiaan kepada Tuhan sering kali diikuti oleh ujian, penolakan, bahkan penderitaan. Namun satu hal yang tetap sama: Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka yang setia kepada-Nya.
Tantangan iman pasti datang, tetapi pilihan untuk tetap setia selalu ada di tangan kita. Mari berdiri teguh, sekalipun harus menghadapi harga yang tidak ringan.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin