Pasal ini berisi salah satu kisah paling terkenal dalam Alkitab, yaitu runtuhnya tembok Yerikho. Namun di balik mukjizat ini, ada pelajaran rohani yang sangat dalam tentang iman dan ketaatan.

Strategi Allah dalam perang kali ini tampak aneh atau tidak biasa, yaitu mengelilingi kota selama enam hari, lalu pada hari ketujuh mengelilinginya tujuh kali sambil meniup sangkakala dan bersorak. Tidak ada pengepungan, tidak ada alat perang, tidak ada strategi militer konvensional. Hasilnya, pada hari ketujuh, saat bangsa itu bersorak seperti yang diperintahkan, tembok itu runtuh.

Secara militer, itu bukan strategi yang masuk akal. Tapi Allah ingin mengajar mereka bahwa kemenangan tidak datang dari kekuatan, taktik, atau jumlah pasukan, melainkan dari ketaatan kepada Tuhan.

Kadang perintah Tuhan dalam hidup kita tidak selalu sesuai logika manusia.

Namun iman yang sejati dibuktikan ketika kita tetap melangkah sesuai firman-Nya walaupun kita belum melihat apa-apa.

“Banyak orang yang mengaku sebagai anak-anak Allah berada dalam posisi ini. Mereka lemah karena mereka mengandalkan kekuatan mereka sendiri. Allah bekerja dengan dahsyat bagi umat yang setia, yang menaati Firman-Nya tanpa mempertanyakan atau keraguan.”

The SDA Bible Commentary Vol. 2, 995.4

Saat ini “tembok” dalam hidup kita bisa saja masalah, kebiasaan buruk, ketakutan, dan lain-lain. Tetapi ketika kita ingin tembok itu runtuh, maka percayalah kepada Tuhan dan buktikan itu dengan menuruti perintah-Nya.

Kiranya renungan ini boleh menjadi berkat bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: