Pasal ini menceritakan mengenai koalisi besar-besaran yang dipimpin oleh Yabin, raja Hazor, yang menyatukan banyak raja untuk melawan Israel (ay. 1-5). Pasukan mereka “sebanyak pasir di tepi laut” dan dilengkapi banyak kuda dan kereta (ay. 4), ini adalah kekuatan militer yang jauh lebih unggul dibanding Israel. Namun justru di tengah ancaman terbesar inilah Allah kembali menunjukkan bahwa Dialah yang memimpin peperangan.
Allah menjanjikan kemenangan kepada Yosua. Dengan strategi ilahi (untuk melumpuhkan kuda dan membakar kereta perang), Israel mencapai kemenangan mutlak.
“Lalu TUHAN berkata kepada Yosua: ‘Janganlah takut menghadapi mereka, sebab besok kira-kira waktu ini Aku menyerahkan mereka mati terbunuh semuanya kepada orang Israel. Kuda mereka haruslah kamu lumpuhkan dan kereta mereka haruslah kamu bakar dengan api.’”
Yosua 11:6
Mereka melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan. Bagaimana hasilnya?
“Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu, pegunungan, seluruh Tanah Negeb, seluruh tanah Gosyen, Daerah Bukit, serta Araba-Yordan, dan Pegunungan Israel dengan tanah rendahnya;”
Yosua 11:16
Pada akhirnya mereka bisa menang “… karena Tuhan, Allah Israel, berperang untuk Israel.” (Patriarchs and Prophets 510.1)
Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kisah ini?
Kemenangan Israel bukan karena kekuatan mereka, tetapi karena Allah yang berperang bagi mereka. Begitu juga dengan kita saat ini, ketika ada “musuh” yang lebih kuat (entah itu dosa, godaan, atau tekanan hidup), percayalah bahwa kita bisa menang ketika kita bergantung pada Tuhan.
Mereka dikalahkan bukan oleh keperkasaan orang Israel, melainkan oleh kuasa Allah. Sebab yang berperang untuk mereka ialah Tuhan, Allah Israel.
Jadi, janganlah kita bergantung pada kekuatan, status, kekayaan, atau “alat dunia” tetapi pada Allah.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin