Ada satu kisah yang menarik di pasal ini, yaitu Yosua yang berdoa dengan iman luar biasa meminta “Matahari, berhentilah…” Dan Tuhan mendengar doa itu (ayat 12-14).
Apa doanya? “… ‘Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!’” (Yosua 10:12)
Dan apakah doa itu dijawab? Ya! Tuhan menyetujuinya sehingga terjadilah seperti yang diminta oleh Yosua.
“… Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.”
Yosua 10:13
Mengapa Yosua berdoa demikian? Apakah doa ini adalah doa yang sombong?
“Roh Allah mengilhamkan doa Yosua, agar bukti kuasa Allah Israel kembali dinyatakan. Oleh karena itu, permohonan itu tidak menunjukkan sikap sombong dari sang pemimpin besar.”
Patriarchs and Prophets 509.1
Jadi, Yosua berdoa seperti itu karena diilhami Roh Allah dan tujuannya untuk membuktikan kembali kuasa Allah Israel, sehingga permintaan ini tidak menunjukkan sikap sombong.
“Rahasia kesuksesan adalah penyatuan kuasa ilahi dengan usaha manusia. Mereka yang mencapai hasil terbesar adalah mereka yang bersandar sepenuhnya pada Lengan Yang Mahakuasa.”
Patriarchs and Prophets 509.1
“Orang yang memerintahkan, ‘Matahari, berhentilah di atas Gibeon; dan engkau, Bulan, di lembah Ayalon,’ adalah orang yang selama berjam-jam bersujud di tanah dalam doa di perkemahan Gilgal. Orang yang tekun berdoa adalah orang yang penuh kuasa.”
Patriarchs and Prophets 509.1
Dari sini kita diingatkan pentingnya bersungguh-sungguh dan tekun dalam doa serta bersandar sepenuhnya kepada Tuhan. Percayalah bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Ingatlah juga bahwa rahasia kesuksesan adalah penyatuan dari kuasa ilahi dan usaha manusia.
Kiranya renungan ini boleh menguatkan kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin