Paulus menutup pasal pertama surat Titus dengan sebuah peringatan yang mengajak setiap orang percaya untuk menguji dirinya sendiri.
“Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka menyangkal Dia…”
Titus 1:16
Peringatan ini bukan ditujukan kepada orang yang tidak mengenal Tuhan, melainkan kepada mereka yang mengaku mengenal-Nya.
Mengaku percaya kepada Tuhan memang penting. Namun, pengakuan itu harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Paulus berkata, “Bagi orang suci semuanya suci, tetapi bagi orang najis dan orang yang tidak beriman tidak ada sesuatu pun yang suci. Sebab akal maupun suara hati mereka najis.” (ayat 15). Dengan kata lain, apa yang ada di dalam hati akan memengaruhi cara seseorang memandang dan menjalani hidup. Hati yang telah diperbarui oleh Kristus akan menghasilkan kehidupan yang semakin mencerminkan kekudusan-Nya.
Sebaliknya, seseorang dapat tampak sangat religius di luar, tetapi jika hatinya belum diubahkan, hidupnya tidak akan mencerminkan karakter Kristus.
Perkataan ini mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya soal apa yang kita ketahui atau kita ucapkan, tetapi juga tentang bagaimana kita hidup.
Tentu saja, tidak ada seorang pun yang hidup tanpa kekurangan. Menjadi pengikut Kristus bukan berarti kita langsung sempurna. Namun, ketika kita sungguh-sungguh mengenal Tuhan, Roh Kudus akan terus bekerja mengubah hidup kita dari hari ke hari. Akan ada pertumbuhan, akan ada pertobatan, dan akan ada kerinduan untuk semakin hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Dunia tidak hanya membutuhkan orang yang berbicara tentang Yesus, tetapi orang yang hidup seperti Yesus.
Karena itu, pertanyaan yang perlu kita renungkan bukanlah, “Apakah saya mengaku sebagai orang Kristen?” Melainkan, “Apakah orang lain dapat melihat Kristus melalui hidupku?”
Kiranya hidup kita menjadi kesaksian yang hidup tentang kasih dan kuasa Kristus. Bukan hanya melalui kata-kata yang kita ucapkan, tetapi melalui karakter yang dibentuk oleh Roh Kudus setiap hari.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin