Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris janji Allah. Sekarang, ia melanjutkan dengan kisah Yakub dan Esau untuk menjelaskan bahwa rencana Allah tidak ditentukan oleh hak lahir atau jasa manusia. 

Sebelum mereka dilahirkan, Allah telah menyatakan bahwa yang tua akan menjadi hamba yang muda. 

Menurut kebiasaan manusia, anak sulung biasanya memiliki kedudukan istimewa. Namun, Allah tidak terikat pada kebiasaan atau ukuran manusia. Ia memiliki hak untuk menjalankan rencana-Nya sesuai dengan maksud dan kehendak-Nya. 

Perhatikan bahwa ketika Allah menyatakan pilihan-Nya, Esau dan Yakub belum melakukan sesuatu yang dapat dijadikan dasar untuk membanggakan diri. Paulus menekankan bahwa rencana Allah tidak bergantung pada keunggulan atau jasa manusia, melainkan pada panggilan-Nya. 

Hal ini mengingatkan kita agar tidak merasa lebih layak di hadapan Tuhan karena latar belakang keluarga, pengetahuan Alkitab, atau kedudukan kita dalam gereja. Kesempatan mengenal kebenaran merupakan berkat, bukan alasan untuk merasa lebih unggul daripada orang lain. 

Kita juga perlu belajar bahwa rencana Tuhan tidak selalu mengikuti apa yang kita anggap paling wajar. Terkadang, kita tidak langsung memahami jalan yang dipilih-Nya. Namun, kita dapat belajar rendah hati dan mempercayai hikmat-Nya. 

Pilihan Allah bukan alasan untuk menyombongkan diri, melainkan pengingat bahwa kita bergantung pada-Nya. 

Kiranya kita tidak sibuk membandingkan diri dengan orang lain, tetapi belajar menanggapi panggilan Tuhan dengan iman dan kesetiaan. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

https://youtu.be/M8baRBi3B7Y

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: