Setelah berbicara tentang penghakiman Allah yang adil, Paulus membawa kita kepada sesuatu yang sering kali terjadi dalam kehidupan orang percaya: kita dapat mengetahui kebenaran, tetapi belum tentu hidup sesuai dengan kebenaran itu.
Paulus berkata, “Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.” (Roma 2:13).
Ayat ini bukan berarti kita memperoleh keselamatan hanya karena melakukan hukum. Paulus sedang menunjukkan bahwa memiliki pengetahuan tentang kehendak Allah saja tidak cukup. Kebenaran yang kita dengar seharusnya membawa perubahan dalam kehidupan.
Kita bisa mendengar khotbah dan membaca Alkitab setiap hari serta mengikuti berbagai kegiatan rohani, bahkan mengetahui banyak ayat. Semua itu tentu baik. Namun pertanyaannya adalah: Apakah yang kita dengar sudah terlihat dalam kehidupan kita?
Paulus juga menjelaskan bahwa orang-orang yang tidak memiliki hukum tertulis pun dapat menunjukkan pekerjaan hukum itu tertulis dalam hati mereka, dan hati nurani mereka turut bersaksi tentang apa yang benar dan salah (Roma 2:14–15).
Artinya, Tuhan tidak hanya melihat seberapa banyak kebenaran yang kita ketahui, tetapi juga bagaimana kita merespons kebenaran yang telah diberikan kepada kita.
Pengetahuan rohani seharusnya tidak berhenti di pikiran. Firman Tuhan perlu turun ke hati, lalu terlihat melalui perkataan, pilihan, dan tindakan kita. Sebab iman yang sungguh-sungguh bukan hanya sesuatu yang kita dengarkan, tetapi sesuatu yang kita hidupi.
Jangan hanya menjadi pendengar kebenaran; biarlah kebenaran itu terlihat dalam kehidupan kita.
Karena itu, setelah membaca dan mendengar firman Tuhan hari ini, jangan hanya bertanya, “Apa yang saya pelajari?” Tetapi tanyakan juga, “Apa yang Tuhan ingin saya lakukan melalui apa yang telah saya pelajari?”
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin