Perhatikan kalimat “mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah.” Masalahnya bukan bahwa Allah tidak memberikan kesempatan kepada manusia untuk mengenal-Nya. Mereka justru memilih untuk tidak mengakui-Nya dalam kehidupan mereka.

Ketika seseorang terus-menerus menolak Tuhan, hati dan pikirannya perlahan dapat menjadi terbiasa dengan dosa. Apa yang dahulu terasa salah mulai dianggap biasa. Apa yang dahulu membuat hati gelisah mulai tidak lagi mengganggu. Inilah bahaya ketika hati semakin jauh dari Allah.

Penolakan terhadap Allah tidak hanya memengaruhi hubungan seseorang dengan Tuhan, tetapi juga memengaruhi karakter dan hubungannya dengan sesama.

Ini menjadi peringatan bagi kita. Dosa yang terus dipelihara dapat mengubah cara kita memandang sesuatu. Kita bukan hanya dapat melakukan sesuatu yang salah, tetapi lama-kelamaan dapat kehilangan kepekaan terhadap kesalahan itu.

Karena itu, jangan pernah menganggap remeh suara Tuhan yang berbicara kepada hati kita. Ketika Roh Kudus menunjukkan sesuatu yang perlu diperbaiki, jangan keraskan hati. Segeralah datang kepada Tuhan, mengakuinya, dan meminta pertolongan-Nya.

Hati yang peka terhadap teguran Tuhan adalah hati yang masih mau dibentuk oleh-Nya.

Jangan biarkan hati kita terbiasa dengan dosa sehingga tidak lagi peka terhadap suara Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: