Roma 1:26–27 menunjukkan kepada kita akibat yang semakin jauh ketika manusia terus-menerus menolak Allah. Paulus berkata, “Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan.” (Roma 1:26)
Kalimat “Allah menyerahkan” bukan berarti Allah memaksa manusia untuk berbuat dosa. Sebaliknya, ini menunjukkan bahwa Allah membiarkan manusia mengikuti pilihan yang terus-menerus mereka ambil. Ketika manusia dengan sengaja menolak kehendak Allah, mereka akhirnya menuai akibat dari pilihan tersebut.
Dosa sering kali tidak dimulai dari sebuah tindakan besar. Dosa dapat dimulai ketika hati perlahan-lahan berhenti menghargai suara Tuhan, ketika firman Tuhan mulai diabaikan, hati nurani mulai dikesampingkan, dan keinginan pribadi ditempatkan lebih tinggi daripada kehendak Allah.
Paulus menunjukkan bahwa ketika manusia meninggalkan Penciptanya, kehidupan mereka juga mulai kehilangan arah.
Karena itu, kita perlu menjaga hati. Jangan menunggu sampai kita benar-benar jauh dari Tuhan baru menyadari bahwa kita telah kehilangan arah. Setiap hari kita perlu kembali kepada firman-Nya, meminta Roh Kudus memimpin pikiran dan keinginan kita, serta memilih untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Ketaatan kepada Allah bukanlah beban yang membatasi kehidupan. Sebaliknya, ketaatan menjaga kita agar tetap berada di jalan yang Tuhan rancangkan bagi kita.
Jangan biarkan keinginan kita membawa kita semakin jauh dari Tuhan; biarlah kehendak Tuhan menuntun setiap keinginan kita.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin