Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera mengundang para pemimpin orang Yahudi untuk menjelaskan alasan mengapa ia berada di sana.

Beberapa hari kemudian, mereka datang kembali untuk mendengarkan penjelasan Paulus.

Paulus tidak memberitakan pendapatnya sendiri. Ia memberitakan Kristus. Dengan sabar ia menjelaskan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Namun hasilnya tidak sama bagi semua orang.

Inilah kenyataan dalam pelayanan.

Tidak semua orang akan menerima kebenaran. Tidak semua orang akan terbuka terhadap Injil. Bahkan Yesus sendiri mengalami penolakan ketika Ia memberitakan kebenaran.

Paulus juga mengalaminya. Namun penolakan itu tidak membuat Paulus berhenti bersaksi.

Ia memahami bahwa tugasnya adalah menyampaikan firman Tuhan dengan setia. Sedangkan keputusan untuk menerima atau menolak berada di tangan masing-masing orang.

Demikian pula dengan kita. Kadang-kadang kita merasa kecewa ketika kesaksian kita tidak diterima. Namun Alkitab mengingatkan bahwa keberhasilan pelayanan tidak diukur dari banyaknya orang yang menerima, melainkan dari kesetiaan kita menyampaikan kebenaran dengan kasih.

Tugas kita adalah menabur dan tetap menjadi saksi Kristus melalui perkataan, sikap, dan kehidupan kita setiap hari. Dan biarlah Tuhan yang memberi pertumbuhan.

Kiranya Tuhan memberikan kepada kita hati yang tetap setia menyampaikan kebenaran, apa pun respons yang kita terima.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: