Setelah berhari-hari diterpa badai, akhirnya kapal itu mendekati daratan.

Para awak kapal berusaha mengarahkan kapal ke pantai. Namun kapal itu kandas di gosong pasir dan mulai dihantam ombak hingga hancur berkeping-keping.

Di tengah kekacauan itu, para prajurit berencana membunuh semua tahanan agar tidak ada yang melarikan diri. Tetapi kepala pasukan ingin menyelamatkan Paulus, sehingga ia menggagalkan rencana itu.

Ia memerintahkan semua orang untuk berenang atau berpegangan pada papan-papan kapal menuju daratan.

Lalu Alkitab menutup pasal ini dengan kalimat yang begitu indah:

Perhatikan baik-baik. Tuhan tidak menyelamatkan kapal itu. Kapalnya hancur dan muatannya hilang.

Perjalanan mereka penuh penderitaan. Namun satu hal tidak berubah: Janji Tuhan tetap digenapi.

Sebelumnya Tuhan telah berfirman melalui Paulus bahwa tidak seorang pun akan binasa. Dan tepat seperti yang Tuhan janjikan, semua orang selamat.

Sering kali kita berharap Tuhan akan menyelamatkan kita dari setiap kesulitan. Namun ada kalanya Tuhan tidak menghilangkan badai atau mencegah “kapal” kita hancur.

Dia mengizinkan kita melewati proses yang berat. Bukan karena Dia meninggalkan kita, tetapi karena Dia sedang menggenapi rencana-Nya dengan cara yang mungkin tidak kita pahami.

Terkadang Tuhan tidak mempertahankan semua yang kita miliki. Namun Dia tetap memelihara kita. Apa yang benar-benar penting tidak pernah luput dari tangan-Nya.

Kesetiaan Tuhan tidak diukur dari apakah perjalanan kita selalu mudah, tetapi dari kenyataan bahwa Dia selalu menyertai kita sampai akhir.

Kiranya kita belajar mempercayai Tuhan, bukan hanya ketika laut tenang, tetapi juga ketika kapal tampak hancur.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: