Tuhan telah memberikan janji melalui Paulus bahwa tidak seorang pun di kapal itu akan binasa. Namun, beberapa saat kemudian terjadi sesuatu yang tidak terduga.
Ketika kapal semakin mendekati daratan, beberapa anak kapal berusaha melarikan diri. Dengan berpura-pura hendak menurunkan sauh, mereka sebenarnya ingin meninggalkan kapal menggunakan sekoci.
Melihat hal itu, Paulus segera berkata kepada perwira dan para prajurit:
“… ‘Jika mereka tidak tinggal di kapal, kamu tidak mungkin selamat.’”
Kisah Para Rasul 27:31
Mendengar perkataan Paulus, para prajurit segera memotong tali sekoci itu dan membiarkannya hanyut.
Peristiwa ini mengajarkan sebuah pelajaran penting.
Tuhan memang telah berjanji akan menyelamatkan mereka. Namun janji itu bukan berarti mereka boleh bertindak sesuka hati. Mereka tetap harus menaati petunjuk yang Tuhan berikan.
Demikian juga dalam kehidupan kita. Terkadang kita berpikir bahwa karena Tuhan telah berjanji menyertai kita, maka apa pun yang kita lakukan tidak menjadi masalah.
Padahal, iman yang sejati selalu berjalan bersama ketaatan.
Percaya kepada Tuhan bukan berarti mengabaikan tanggung jawab. Sebaliknya, orang yang sungguh percaya akan berusaha mengikuti setiap petunjuk yang Tuhan berikan melalui firman-Nya.
Ketaatan adalah bukti bahwa kita sungguh percaya kepada Tuhan.
Kiranya Tuhan menolong kita untuk memiliki iman yang disertai dengan ketaatan.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin