Meskipun Paulus telah memperingatkan akan bahaya di depan, orang-orang di kapal tetap memutuskan untuk melanjutkan pelayaran.
Alkitab menceritakan apa yang terjadi kemudian:
“Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta.”
Kisah Para Rasul 27:13
Angin yang tenang membuat mereka merasa yakin bahwa keputusan mereka benar.
Keadaan tampak mendukung.
Tidak ada tanda-tanda bahaya. Semuanya terlihat berjalan sesuai rencana. Namun hanya beberapa saat kemudian, badai besar datang menerjang.
Pengalaman ini mengajarkan bahwa keadaan yang tampak baik belum tentu menjadi tanda bahwa kita sedang berada dalam kehendak Tuhan.
Sering kali kita menilai suatu keputusan berdasarkan keadaan yang terlihat.
Jika segala sesuatu berjalan lancar, kita menganggap Tuhan sedang membuka jalan.
Sebaliknya, jika ada kesulitan, kita langsung berpikir bahwa Tuhan sedang menutup pintu.
Padahal tidak selalu demikian.
Kadang-kadang Tuhan mengizinkan jalan yang sulit justru karena itulah jalan yang benar. Sebaliknya, jalan yang tampak mudah dan menyenangkan belum tentu merupakan jalan yang terbaik.
Karena itu, dasar pengambilan keputusan kita bukanlah keadaan yang berubah-ubah, melainkan firman Tuhan yang tidak pernah berubah.
Hari ini, marilah kita bertanya, “Apakah jalan ini sesuai dengan kehendak Tuhan?” bukan bertanya hanya bertanya, “Apakah jalan ini terasa mudah?”
Kiranya Tuhan menolong kita untuk tidak mudah tertipu oleh keadaan, tetapi tetap menjadikan firman-Nya sebagai penuntun setiap langkah kehidupan kita.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin