Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike, dan para pejabat tinggi di Kaisarea.
Bagi banyak orang, situasi ini mungkin terlihat seperti sebuah kekalahan. Paulus berada dalam status tahanan dan harus mempertanggungjawabkan dirinya di depan para penguasa. Namun Paulus melihat keadaan itu dari sudut pandang yang berbeda.
“Kata Agripa kepada Paulus: ‘Engkau diberi kesempatan untuk membela diri.’ Paulus memberi isyarat dengan tangannya, lalu memberi pembelaannya….”
Kisah Para Rasul 26:1
Menariknya, Paulus tidak menggunakan kesempatan itu untuk mengeluh tentang ketidakadilan yang dialaminya ataupun untuk menyerang para penuduhnya.
Sebaliknya, Paulus menggunakan kesempatan tersebut untuk menceritakan bagaimana Tuhan telah bekerja dalam hidupnya.
Apa yang tampak sebagai ruang pengadilan berubah menjadi mimbar kesaksian.
Paulus memahami bahwa di mana pun Tuhan menempatkannya, selalu ada kesempatan untuk memuliakan nama-Nya.
Kita mungkin tidak berdiri di hadapan raja seperti Paulus. Namun setiap hari Tuhan memberi kesempatan kepada kita untuk menunjukkan melalui perkataan dan kehidupan bahwa Kristus telah bekerja dalam hati kita.
Setiap orang yang telah mengalami kasih karunia Tuhan memiliki sebuah kesaksian untuk dibagikan.
Ingatlah! Di mana pun Tuhan menempatkan kita, di situ ada kesempatan untuk bersaksi dan memuliakan nama-Nya.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin